Perjalanan Hidupku

Lama tidak menulis suatu catatan pribadi, setelah kurang lebih hampir 2 tahun berhenti.

Beberapa minggu terakhir ini begitu banyak pergumulan yang saya alami, jujur saja saya sempat mengalami depresi terhadap kondisi saat ini.

Bebannya terlalu berat, sangat berat, hingga saya merasa tidak sanggup lagi untuk memikulnya.

Terlintas dipikiran untuk melepaskan semua beban itu satu per satu, dengan berbagai pertimbangan dan segala resiko yang akan dijalani, akhirnya itu saya lakukan.

Berat dan sangat berat, kecewa, dan penyesalan.

Saya sadar bahwa saya terlalu banyak membuang waktu dan kesempatan yang ada.

Dimulai dari perkuliahan saya, ternyata untuk mendapat gelar magister tidak semudah yang dibayangkan. Tugas dan tanggung jawab menjadi seorang karyawan dalam suatu perusahaan multinasional menuntut profesionalitas yang tinggi. Namun, dilain sisi saya harus membagi waktu kerja saya untuk menyelesaikan studi magister saya. Ketika itu, saya berusaha untuk segera menyelesaikan ujian akhir saya untuk mendapatkan gelar magister. Hampir sebulan saya hanya tidur 3 jam semalam karena berusaha untuk menyelesaikan naskah tesis. Namun, disaat saya merasa gelar tersebut sudah di depan mata, berbagai masalah bermunculan, dari lamanya tesis saya di acc oleh pembimbing akademik saya sampai berlanjut dengan ber-urusan dengan bagian akedemik kampus. Saya sempat melakukan konsultasi dengan kaprodi saya, namun perkataannya sangat mengejutkan dan membuat saya kecewa, dia mengatakan bahwa setiap orang punya jalan hidupnya masih-masih, dan mengatakan kepada saya untuk menjalaninya saja. Waktu pendaftaraan wisudapun ditutup, akhir kata saya harus menunggu glombang wisuda berikutnya. Meskipun saya sangat berharap agar segera wisuda di gelombang pertama dan bertemu dengan orang-orang yang saya cintai. Saya hanya bisa merelakannya dan pasrah.

Dalam perusahaan tugas dan tanggung jawab saya makin banyak. Ketika itu berbagai masalah bermunculan, salah satunya anak bimbingan saya membuat suatu kesalahan yang berat dan saya sebagai pembimbingnya harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dia buat. Sebetulnya rasanya sangat sakit hati jika mendapatkan teriakan dari atasan terhadap kesalahan yang bukan saya buat. Semenjak kejadian itu saya tidak lagi banyak bercerita dengan atasan saya, dan terlintas untuk segara menulis surat pengunduran diri, dan saya melakukan itu. Aku berpikir buat apa saya bertahan dalam posisi yang sudah tidak nyaman lagi. Sejujurnya juga saya merasa hubungan saya dengan karyawan lain sudah tidak begitu bagus lagi.

Ternyata beban yang saya alami baik di perkuliahan maupun di kampus, berdampak terhadap hubungan dengan kekasih saya. Disaat saya mengalami pergumulan, hampir kurang lebih 2 minggu saya tidak mendengar kabarnya lagi.Ternyata keduanya saling menanti siapa lebih dahulu memberikan kabar dengan menelepon duluan, dengan mempertahankan egonya masing-masing. Rasanya sangat kecewa jika orang yang kita saya sayangi perlahan-lahan berubah. Hampir 4 tahun menjalani hubungan ini, manis pahitnya telah dirasakan, namun tidak terbayangkan akhirnya harus berakhir seperti ini. Saya merasa, saya tidak bisa memasakan orang lain untuk mengikuti khendak saya. Tiap orang punya jalannya masing-masing. Banyak yang sudah berubah, dan saya tidak bisa mengubah dirinya seperti dulu lagi. Saya berpikir saya tidak layak untuknya, karena ucapan saya sering menyakitinya. Sekali lagi terlintas di pikiran untuk melepaskannya adalah jalan yang terbaik. Sangat berat untuk merelakan orang yang berjuang bersama-sama dari awal hingga berada di posisi saat ini. Saya tau pasti akan ada penyesalan, dan saya harus siap untuk menjalaninya. Mungkin saya tidak akan pernah dimaafkan, saya menerimanya. Aku berharap semoga dia mendapatkan seseorang yang lebih baik dari saya. Jiwanya akan selalu ada dihatiku. Kenangan terindah …

Sebuah awal yang baru, dan harapan yang baru.

Memulai lagi dari awal sebernanya sungguh sangat melelahkan, tapi saya punya impian yang harus diwujudkan. Sang mempunyai rencana yang indah, namun rencana Tuhan terhadap saya jauh lebih indah.

Advertisements

How I Love Thee

My feelings towards you can’t be calculate nor no range

            From the time I have met you,my world stops and change

            I don’t know what is in you

            All I know,I started to love you

            You inspired me everyday

            To the point, happiness was filled my heart the whole day

            When I’m with you magical love is in the air

            Hope I could catch them to show you that my love is pure, true and fair

            I wake up everyday, knowing your in my heart and in my mind

            I feel thankful and absolutely grateful to God

            For atlast, I have found you

            All I can promise you is to remain faithful and always be YOU,…  ♥☺

by Frances Marie Cañete

The Journey

Without love I started. With the basic of angry I cluster. Initially there was only a friendship, then having a romantic bond. Love that i was proud and how could fling me. The figure that i  was admire, immediately turned into hatred. That came to my mind was anger.

Then you came! There is no love that I feel. There is no love even for an instant. That there is only revenge. And you are right to be an intermediary for I hurt him. I feel guilty because I should not do. Crying because I really do not deserve anger coupled with your kindness.

Amazingly you, because you’re still standing beside me although I continue to get hurt by my attitude. Amazingly you, because with patience, you keep saying “why not” for all my mistakes. Amazingly you, because there is never a shame when you drop a tear for all the trouble I was. And stupid me, because do not realize how precious tears, which felt with a sincere affection just only for me.

You made me to love you more than the love I love before. You made me understand that love can not be forced. Emotions and anger is a wasted moment. Walking together, skip together, love, sorrow, tears, laughter, anger, and envy, you never leave. Even for a bite of rice when we did not have, you’re still beside me, and through the day with laughter and jokes. Together with you, teaching me so many new things. With you, made me come back stronger although i had brittle.

God really loves me, that brings me to you. God really loves me, so do not let me to continue to fall. Because of His love, so I’m willing to learned a sacrifice and lost. I learned to forgive even the emotions so I wanted to vent. I learned to appreciate every moment and not to waste it. I learned to make you happy and do not to hurt you until finally you go.

Figure a better person, that’s me. Honed with all the experience I went through with you. Although others look down upon all that we have passed, though in spite views rained every day. That did not discourage me to continue to love you. And I feel want to screaming in front of them. I’m proud to be loved by you. Lord thy kindness, would accompany us for ever.

Look to the right who sincerely love you, understand well who does not deserve to be loved by you. Because of the sincerity of love not proved only in words, but the sacrifice, dedication and patience that made ​​the brackets a long time, resulting in strong bonds backed by the experience of learning outcomes. That makes the bond itself worthy to be preserved.


by Jean Kakampu

A Letter For Him

For him ;

We came from two different worlds. We then vary in too much differences. Your beliefs vs. my beliefs, your culture vs, my culture, your tradition vs. my tradition and the most difficult, you towards my family. We came a long journey and during those journeys we had, were full of sacrifices, patience, and hope to the point that its getting to be fantastical. Look! We are, we official now our relationship. I ask the Lord to have our relationship last, though I know asking have it last, requires so much patience, more understandings, and the process is very painful. We also misunderstood. Yet, you know, we make the best that we can do.

I keep and received so much criticisms which really hurts and I even forget to smile, but yet I still follow what my heart desire.

~This time, I thank you for you made me realize to stay away with my worries towards you, I reflected to focus more on myself and to realize my worth. It doesn’t mean I will go away with you, it’s just I have to do something for myself. You know already the sweet and caring words coz I tell you that everyday. God knows best I wish for ours. Hope you will be the one till the last. But, I don’t know when and where will this end, so as early I have to be open for some sudden changes that may intrude to ours. Maybe we love each other but we don’t own each other. Nothing will change then, just go to your world and I’ll have mine.

by Frances Marie Cañete

Where Are You When I Love You

I love you to the smooth bottom of my heart

I hate you coz I love you

I’ve got no control with my feelings, it happens just like this :

You’re a bird that I fly with;

You’re an ecstasy that I addicted with;

You’re the food that I ate;

You’re the memory that annoyingly flashes back to my mind;

You’re the words that I utter;

You’re venom that poisons my heart and my mind with your existence;

I hate you and really hate you coz you I can’t take myself exonerate away with you.

by Frances Marie Cañete

Gone

No time, no day, your mem’ries pop out in my mind

Everytime,I close my eyes to feel hope you were here

But it’s an abstraction! imagination!

My eyes open and a fall of tears down,

I look beside,you’re still not here

Where are you now? I wonder.

Are you happy? I hope so.

I am in despair when you left me,

At my back nobody will catch me,you weren’t there

Ahead of me darkness is there,you weren’t there still

Someday in a place we lived happily forever

Where we can shared our love together

I love you in whisper

Hope my love will lead you back to me forever.

by Frances Marie Cañete