Yang Terkasih

Saat ada begitu banyak pilihan untuk meninggalkan, aku tetap bertahan. Saat kejenuhan mulai terasa, aku abaikan dan kembali beraktivitas. Saat begitu banyak godaan untuk melepaskan, aku berpikir dan tetap diam. Kemudian aku renungkan;

Jika aku tinggalkan! Adakah yang lebih baik darimu menyayangiku?

 Jika aku cintai yang lain untuk sekedar menutupi kejenuhan ini, mungkinkah tidak akan aku temui lagi kejenuhan yang sama?

jika aku lepaskan! Lebih baikkah mereka dibandingkan dengan kamu? Dalam mencintaiku ? Memperlakukan ku? Melengkapi hari-hariku? dan menerima aku apa adanya?

Setelah semua tanya telah terjawab logika dan hati nurani. Aku memilih mengabaikan semua pilihan yang tak berguna dan tak pasti. Memilih tetap mencitaimu, bersamamu, menjalani semuanya denganmu, dan hanya kamu dan bukan yang lain.

Jika dulu aku pernah setia dan terluka oleh mereka, sehingga aku biarkan amarah memudarkan cinta yang ada padaku. Maka bila nanti itu terjadi kembali olehmu, tidak akan aku berikan lagi ruang untuk amarah. Karena apa yang telah aku lewati bersamamu, kita melewati itu dengan rasa cinta dan kasih sayang. Dan aku biarkan semua kenangan kita mengambil alih sepenuhnya ruang di hatiku. Jadikan semuanya sebagai motivasi hidupku untuk lebih baik kedepannya.

Namun selama kita masih saling memiliki. Kita masih bersama-sama menjalani hari. Aku tidak akan membagi hatiku. Memberikan celah untuk menyakiti diri sendiri dan dirimu. Jika aku mulai kehilangan arah dalam mencintai, ingatkanlah aku. Jika aku mulai jenuh dan perlahan tak sama lagi, tersenyumlah padaku. Karena ketulusan hati yang terukir diwajahmu mampu menyadarkanku.

Betapa berharganya tawa, pengorbanan, kesedihan, bahagia, dan amarah yang kita jalani bersama hanya untuk aku hempaskan begitu saja. Terima kasihku kepada Tuhan Yesus, yang mempertemukanku denganmu. Mempercayai aku untuk menjaga hatimu. Ijinkan aku menjalani suka-duka bersamamu. Sehingga tak ada 1 pun hal yang sia-sia, yang membentuk aku menjadi pribadi yang lebih baik.

Aku berikan hati aku untuk selamanya dicintai olehmu. Aku siapkan pribadiku untuk menjadi pendamping hidupmu. Dan aku taruh segala rencanaku ditangan Tuhan Yesus, agar ikatan cinta kasih antara kita bukan sekedar cinta duniawi. (Amin)

Tuhan telah mempersiapkan seseorang yang terbaik untuk kita, Dia tidak pernah salah dalam mempertemukan kekasih hati kita. Apabila kita telah menjalaninya namun berakhir, bersyukurlah. Karena kita diberikan kesempatan belajar mendewasakan diri melalui pengalaman, hingga dipertemukan dengan orang yang tepat. Jalani semua prosesnya dan nikmati hasilnya. Tuhan Yesus memberkati.

heyitsriando.wordpress.com

by Jean Kakampu

Advertisements

4 thoughts on “Yang Terkasih

  1. Weeewww…
    nda sangka qt sepuitis ini -_-”
    ckckckckkc…

    masih da sisi Kewanitaan katu qt kank 😀
    kwkwkwkwkwkkw…..

  2. weewwhh…
    awas na eeh :p

    pi pinjam jo tu alat tes kejujuran dang sana p pemilik mie SEDAP XD
    akakakakak…..

    sewa jo, 4rb/1jm 😀 😀

    qt bayar akang ley dpe doi sewa 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s