A Letter Of Memories (Chyky)

Hari ini saya merasa sangat kehilangan. Hati ini rasanya sangat sedih. Rumah ini akan menjadi terasa sepi. Aku tidak bisa mendangar suaranya lagi. Dia tidak bisa menemani aku bermain lagi. Aku sangat terkejut ketika mendengarnya sudah meninggal dunia. Rasanya aku ingin meneteskan air mata, tapi air mata ini tidak bisa keluar dari  mataku. Aku hanya bisa berdiri tegar, tetapi di dalam hati aku menangis. Aku kecewa pada diriku karena tidak bisa menolongnya. Seandainya aku tidak terlambat mengobatinya, seandainya, dan seandainya, penyesalan selalu datang terlambat, itulah yang terjadi pada diriku saat ini.

Dia adalah anjing terbaik yang pernah aku miliki, dia adalah anjing penurut, pintar dan sangat sopan. Aku teringat disetiap aku pulang dari kampus, dia selalu menyambutku dengan aungannya dan lompatannya, bahkan dia juga yang membukakan pintu untuk aku. Dia selalu menemaniku disaat aku sedang berolahraga, dia selalu menjadi teman bermainku saat aku sedang berada dirumah, dia juga yang selalu menjaga rumahku disaat semua orang sedang tidak berada dirumah. Disaat kucingku berkelahi dengan kucing liar, dia juga yang menolong kucingku. Disaat dia sudah sakit parah dia masih saja ingin bermain denganku, meskipun dua kakinya sudah tidak bisa digerakkan lagi. Bahkan keluarga kami merawatnya layaknya seperti manusia yang sedang sakit. Kami bergiliran untuk merawatnya, kami menyuapinya makanan sama seperti menyuapi makanan ke mulut manusia. Tetangga pun turut merasa kehilangan, meskipun dia hanyalah se-ekor anjing.

Semangat hidupnya yang begitu besar, yang membuatnya  bertahan sampai empat hari, meskipun orang-orang mengatakan pada waktu itu dia akan segera mati. Ada banyak kenangan yang ingin aku ceritakan tentang anjingku ‘Chyky”, rasanya buku merahku ini tidak cukup untuk menulisnya. Dia tidak akan pernah tergantikan, dia adalah anjing terbaik yang pernah aku miliki.

Tetapi satu hal yang akan selalu aku ingat dari anjingku kesayanganku Chyky, yaitu “Semangat Hidupnya Yang Sangat Besar”, dia mengajariku tentang “untuk jangan pernah menyerah hingga akhir, capailah semua impianmu hingga tubuhmu tidak bisa digerakkan lagi. Tidak ada yang abadi dibawah sinar matahari, karena itu hargailah hidupmu dan jangan menyianyiakannya”. Disaat detik-detik dia akan mati, dia meneteskan air matanya. Anjing ini rasanya mempunyai perasaan yang sama dengan manusia. Semua keluargaku merasa sangat kehilangan dengan kepergian “Chyky”. Meskipun dia hanyalah seekor anjing, tetapi dia sudah menjadi bagian dari keluarga kami.

“Chyky kau akan selalu menjadi kenangan manis didalam bagian hidupku, terima kasih atas pelajaran yang kau berikan”

Today I lost one of my family. It was very sad to lost a friend. I feel disappointed can’t help her. I think this home would be lonely. Rest in peace.

Senin, 25 Juni 2012. 10:00 PM

Chyky

Advertisements

3 thoughts on “A Letter Of Memories (Chyky)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s