Masa laluku yang pahit kini menjadi suatu semangat untuk mengapai impianku

Seperti banyak orang yang masih membawa goresan pengalaman yang buruk di masa lalu. Begitu juga denganku yang banyak membuat kesalahan di masa laluku, dan terkadang membuat diriku merasa kecewa terhadap diriku sendiri. Seperti paku yang dicabut dari hati yang meninggalkan bekas tusukan yang tidak akan kunjung hilang. Bayangan-bayangan masa lalu itu terus menghantuiku. Ada banyak kejadian di masa laluku yang terlihat seperti kristal dalam ingatanku.

Luka-luka yang terjadi pada emosi seseorang sangat mendalam dan dapat menimbulkan kesedihan. Luka-luka semacam ini memang tidak terlihat, tetapi sudah pasti sangat terasa. Hidup itu terus berjalan kedepan seiring dengan waktu dan tidak akan pernah kembali lagi. Tetapi di dalam hidup kita, ada begitu banyak kesalahan yang telah kita perbuat dan ada kesedihan diantara keselahan itu. Ada banyak orang yang ingin memperbaiki keselahan mereka di masa lalu dengan berharap adanya kesempatan kedua, termasuk aku juga.

“ Seandainya jarum jam bisa diputar kembali.”

“Seandainya aku bisa kembali lagi ke masa itu.”

“Seandainya itu tidak terjadi.”

“Seandainya aku tidak melakukan hal yang bodoh itu.”

Seandainya, , , , , , , dan seandainya. Itulah kata yang muncul ketika aku menyesali perbuatan yang aku lakukan di masa lalu.

Aku begitu banyak kesalahan yang aku buat dimasa laluku, dan terus membuat diriku merasa kecewa terhadap diriku sendiri, rasa malu, benci, dan balas dendam sering muncul dalam pikiranku ketika mengingat semuanya. Terkadang saya selalu menyalahkan diriku sendiri dan terasa seperti terhukum. Rasanya aku terus berlari dari masa laluku, masalahnya masa lalu terus mengejarku.

“Tetapi apakah selamanya aku harus terus berlari dari masa lalu yang sudah menjadi sebuah sejarah dalam hidupku ?” Tentu saja tidak! Tidak seharusnya aku menghindar dari masa laluku. Meskipun rasanya berat untuk menjalani semuanya. Tetapi aku sadar, aku telah membuat keputusan. Baik buruknya keputusan yang aku ambil, aku harus tetap menjalaninya dan menghadapinya. Aku percaya Tuhan sedang mendidikku untuk menjadi orang yang tegar.

Tidak seharusnya aku berlari dari masa laluku yang buruk itu, aku percaya masih ada kesempatan untuk memperbaikinya. Hari kemarin, hari ini, dan besok tidak akan pernah sama. Kini masa lalu itu telah menjadi sebuah senjata buatku untuk mengatasi masalah dan melampaui cobaan yang sedang aku alami. Berkat pengalaman pahit yang aku alami dari masa laluku itu, aku bisa belajar bagaimana cara untuk bangkit dari keterpurukan, dan masa lalu yang pahit itu telah membuat karakterku menjadi pribadi yang kuat. “Seiring waktu yang berjalan, semuanya akan baik-baik saja”. Aku selalu percaya bahwa Tuhan selalu mempunyai rencana yang indah untuk anak-anakNya, meskipun terkadang kita tidak menyadari bahwa Tuhan sedang bekerja dalam hidup kita. Yang harus aku lakukan adalah menghadapi semua ujian yang  diberikan-Nya.

Bisa tersenyum untuk kegagalan, kesedihan, dan kekecewaan di masa lalu maupun saat ini, adalah salah satu cara terbaik untuk bertahan hidup dan mencapai kebahagiaan.”

Harapan

Harapan

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s