My Complecated Relationship Story

Awalnya semua begitu indah ketika aku mulai melangkah untuk menjalin hubungan dengan seseorang. Begitu banyak kenangan yang tercipta, ada tawa, canda, sedih dan duka bersama. Tetapi seiring berjalannya waktu, semuanya mulai berubah secara perlahan-lahan. Setiap hubungan yang aku jalani kini harus berakhir dengan penuh rasa sedih, kenangan yang begitu manis kini berubah menjadi masa lalu yang begitu pahit. Padahal aku hanya ingin memberikan yang terbaik untuk mereka, tetapi keadaan tidak selalu berpihak kepadaku.

Menjalin hubungan dengan seseorang sungguh begitu bahagia, apalagi jika terasa kasih sayang yang tulus dari pasangan kita. Terkadang aku merasa iri ketika aku melihat kehidupan teman-temanku yang begitu bahagia dengan pasangan mereka. Meskipun aku merasa senang punya teman-teman yang bisa membuat aku selalu tertawa, tetapi aku juga membutuhkan seseorang yang bisa menjadi tempat curuhan hatiku. Aku merasa sangat begitu senang ketika bisa berbagi cerita dengan seseorang yang aku sayangi, begitu juga sebaliknya, itulah bagian yang aku sukai dari sebuah hubungan.

Teman-temanku mungkin menganggap aku adalah orang penuh dengan tawa, canda, dan bersikap seolah-olah tetap tegar walaupun begitu banyak masalah dan cobaan yang datang. Itulah alasan kenapa teman-temanku ingin menceritakan isi curuhan hati mereka padaku yang penuh dengan kesedihan dan luka masa lalu mereka yang begitu pahit. Ketika aku mendengar kisah cinta mereka, seakan-akan aku selalu bisa memberikan jalan keluar untuk mereka. Tetapi sebailknya, aku juga merasakan hal yang sama dengan mereka, aku juga mempunyai masa lalu yang begitu pahit dan tidak begitu mudah untuk melupakannya. Aku juga ingin mempunyai teman, seorang teman yang setia untuk mendengarkan semua curuhan hatiku hingga duniaku berakhir. Tetapi saat ini yang bisa menjadi temanku itu hanyalah sebuah polpen dan buku kecil yang berwarna biru & merah.

“Mungkin begitu mudah ketika mengucapkannya, tetapi tidak semudah yang dibayangkan untuk melakukannya.” Itulah kalimat yang di ucapkan dosen agamaku yang tidak akan pernah aku lupakan.

“Kamu mungkin tidak akan bisa melupakannya. Kamu tidak akan bisa benar-benar melupakan luka akibat kehilangan seseorang yang kamu cintai. Tetapi, lihat saja- sakit itu akan berkurang. Sedikit demi sedikit kamu akan menikmati hidupmu kembali.”

Advertisements

One thought on “My Complecated Relationship Story

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s