Tulisan Terakhir Untuk Dirinya – Kenangan Yang Terindah

Ada begitu banyak kenangan yang terciptakan, ada begitu banyak senyuman, canda, tawa, maupun air mata. Sudah begitu banyak janji yang di ucapkan dengan diukir sebuah komitmen yang tulus. Sekarang semuanya itu tinggal sebuah kenangan manis. Sekarang yang ada hanyalah sakit hati yang aku rasakan dan sebuah penyesalan. Terkadang bayanganmu masih hadir dalam mimpi dan ingatanku. Ingin aku untuk menghapus semua ingatan itu tetapi hatiku tak sanggup.

Sampai saat ini pun rasa sayangku tidak berubah seperti yang dulu, aku masih sangat menyayangimu kekasih walaupun aku sadar kita berdua sudah tidak mungkin bersama lagi. Aku sangat merindukan disaat kita berdua berbagi canda, tawa, dan sedih, disaat kita bernyanyi bersama, aku juga sangat merindukan ketika kita berdoa bersama disetiap pagi dan sebelum kita berdua tidur. Ada begitu banyak hal yang aku rindukan yang tidak bisa kusebutkan satu per satu.

Tak terasa semua kenangan yang telah kita berdua ciptakan telah berlalu begitu saja dengan cepat seperti ditelan bumi. Bersusah payah kita perjuangkan hubungan ini dan begitu bayak air mata yang menetes, semuanya itu hanyalah sia-sia. Kasih sayang yang ada kini sudah berganti dengan rasa benci. Mungkin aku pantas untuk mendapatkannya. Aku mungkin begitu bodoh karena sudah merelakan orang yang aku sayangi untuk pergi. Aku begitu bodoh karena aku tidak bisa menerima semua masa lalumu dan itu seakan membuatku seperti seorang pecundang, aku terima itu.

Kejadian ini membuatku teringat oleh sumpah mantan pacarku yang tidak ingin hubunganku berhasil. Apakah karma itu benar-benar berlaku ? Bukannya aku percaya dengan hal seperti itu, tetapi saat ini yang aku rasakan karma itu benar-benar terjadi. Sedih dan sangat sedih, itulah yang aku rasakan saat ini, ingin aku meneteskan air mata tapi mataku tidak sanggup untuk meneteskan air mata. Karma dan karma, seakan kata-kata itu menghantui dalam hidupku. Hati ini rasanya bagaikan ditusuk-tusuk oleh pisau.

Seandainya kamu tau aku tidak ingin kau pergi, meninggalkanku sendiri bersama bayanganmu. Seandainya orang tuamu bisa menerimaku apa adanya. Selama ini aku berusaha untuk bisa menunjukan pada orang tuamu kalau aku layak untuk menjadi pasanganmu. Tahu tidak, hasil ujian semester aku kali ini mendapatkan IPK 3.89 mendekati nilai sempurna, itu semua karena semangat dan motivasi yang kau berikan, ada beberapa tawaran kerja yang aku dapat tapi sayang aku masih dalam studiku untuk menuntut ilmu. Disaat aku mendekati untuk mewujudkan impian kita berdua, kini seakan kau sudah tiada bagiku, sudah tidak aka ada lagi tawa dan canda untuk menghapus sedih dihatiku.

“Kisah cinta kita berdua yang aku tulis dalam satu buku berwarna merah ternyata harus berakhir dengan mimpi & harapan yang tidak terwujudkan.”

Lagi-lagi aku mengalami pergumulan yang membuat aku begitu terpuruk. Rasanya hati ini terasa kosong dan pikiranku selalu dihantui dengan rasa bersalah, seakan membuat tubuhku untuk tidak bisa bergerak. Rasanya aku ingin hilang ingatan untuk lari dari kenyataan pahit ini. Aku kecewa pada diriku sendiri karena aku tidak bisa membuat orang yang aku sayangi bahagia, dan malah hanya tersakiti oleh ke-egoisanku. Mungkin aku bukanlah seorang pilihan seperti yang mereka harapkan. Aku selalu saja menjadi orang ke-dua dalam hidupku.

Sekarang semuanya telah berakhir. Ini semua aku lakukan agar kamu bisa bahagia lagi. Sejujurnya aku tidak tahan melihatmu selalu sedih dan tersakiti oleh ke-egoisanku.

“Aku minta maaf atas semua yang terjadi ini, aku hanya membawa awan gelap dalam hidupmu.”

“ Aku minta maaf, karena aku sudah melanggar komitmen yang telah kita buat”

“Aku minta maaf, karena aku tidak bisa menepati janjiku.”

“Aku minta maaf atas semua perbuatanku yang menyakitimu”

“Aku minta maaf, sudah membuat orang tuamu kwatir”

Aku bersyukur bisa menjadi bagian dalam hidupmu, kaulah yang membuat aku mengerti akan apa artinya mencintai dan dicintai. Kaulah yang membatuku untuk belajar selalu tersenyum dalam mengalami masalah dan cobaan. Dan kaulah yang paling banyak memberi pengetahuan akan apa artinya hidup. Terima kasih sudah memberikan kasih sayang yang tulus padaku.

Semoga hidupmu bisa kembali seperti dulu lagi.

Hati-hati disana & jaga kesehatan baik-baik disana! Aku akan selalu doakan agar ibumu cepat sembuh dari penyakit yang dia alami, dan aku juga akan selalu doakan supaya kamu sembuh dari penyakitmu. Salam hangat untuk keluargamu.

Tetap tersenyum selalu yah (^_^)

“Melihat orang yang aku cintai & banggakan bisa bahagia itu sudah cukup bagiku walaupun dia merayakannya bersama orang lain.” Kalau kita berdua memang jodoh, aku percaya suatu saat nanti pasti kita akan bertemu lagi, meskipun sudah didunia yang berbeda. “Bagiku kaulah yang terindah.”

Selamat tinggal kekasih…

Sabtu, 30 Juni 2011. 08:00 AM

Advertisements

6 thoughts on “Tulisan Terakhir Untuk Dirinya – Kenangan Yang Terindah

    • haHaha….
      Thank u 🙂
      Btw why u still use the name “LearntoHurt” in your blog ? It’s better to change your blog with learnTohappy.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s