Rasa Salah Diri …! Haruskah ?

Cerita ini dikarang untuk seseorang yang selalu memberiku semangat hidup, teman-temanku yang masih merasakan Rasa Salah Diri, maupun aku sendiri.

Siapa yang tidak pernah mengalami rasa bersalah pada diri sendiri ? Mungkin kita semua sudah pernah merasakannya bahkan yang sampai saat ini pun masih merasa dirinya bersalah.

Jika kita melakukan kesalahan, sungguh wajar bila kita merasa bersalah dan menyelesaikannya dengan meminta maaf, mempertanggung jawabkannya, dan belajar untuk tidak mengulanginya. Merasa bersalah seperti itu adalah hal biasa. Tetapi rasa salah diri berbeda dengan perasaan salah yang biasa dan jauh lebih rumit dari sekedar merasa bersalah.

Hmmp,,, pada umumya rasa bersalah diri banyak terdapat pada orang yang punya tenggang rasa dan mempuyai tanggung jawab yang tinggi, benar bukan ? heHehe 🙂

Banyak teman-temanku yang menceritakan curahan hati mereka padaku mengenai pergumulan yang mereka alami. Bukannya aku adalah seorang konseling pergumulan tapi aku bersyukur karena mereka masih mempercaiku sebagai orang yang masih bisa memberi jalan keluar, saran, dan motivasi bagi mereka. Banyak dari mereka yang mengalami permasalahan mengenai hubungan pacaran mereka, mungkin sudah wajar jika mendengar hal seperti itu karena setiap hubungan pasti akan ada pergumulan seperti itu. Tetapi yang tidak wajar adalah mengalami pergumulan dan mempersalahkan diri sendiri seakan-akan dialah yang patut menanggung semua beban permasalahan.

Merasa sakit hati, kecewa, sedih, dan bingung sampai tidak tau harus bagaimana. Terkadang kita mungkin merasa sudah membuat orang lain kecewa, padahal kita sendiri tidak bermaksud untuk membuat mereka kecewa. Sampai-sampai bahwa kita merasa diri kita tidak bertanggung jawab dan seakan-akan diri kitalah yang salah. Rasanya ingin lari dari tanggung jawab ini dan berharap semuanya akan segera berakhir.

Jujur saja, sebernanya sampai sekarang  pun aku masih merasa diriku bersalah. Banyak hal yang membuat aku merasa bersalah diri dan seakan membuatku ingin menghakimi diriku sendiri. Mulai dari mempersalahkan pihak lain, dan malah mulai membeci pihak itu.

Rasa salah diri itu mempunyai banyak variasi, mulai dari kasus keluarga, pacaran, teman, perkuliahan, pekerjaan dan masih banyak lagi. Sehingga muncul juga banyak cara untuk menghukum diri sendiri, mulai dari tidak mau bicara, malas makan, mabuk-mabukkan, dan lain sebagainya, malahan ada juga sikap yang paling fatal jika terlalu berlarut-larut merasa salah diri, yaitu bunuh diri…! Seakan jika menghukum diri sendiri merupakan jalan keluar yang terbaik untuk lari dari masalah yang di alami.

Tuhan saja tidak pernah menghukum kita seperti itu. Perlu diingat! Kita memang bersalah, tetapi tidak usah menghakimi diri sendiri. Bukanlah kita yang patut menghakimi tapi Tuhan-lah menghakimi kita. Tidak usalah membenarkan diri karena Tuhan yang membenarkan kita. Artinya Tuhan menyatakan diri kita tidak bersalah lagi dan Tuhan sudah memaafkan segala kesalahan kita, dengan pengorbanannya di kayu salib untuk menebus dosa umat manusia. Kalau Tuhan sudah memaafkan kita, mengapa kita belum memaafkan diri kita sendiri ???

Rasa salah diri, haruskah ? Itu kembali lagi pada diri kita sendiri. Cobah lipat tangan kalian, pejamkan mata kalian sesaat dan renungkan kembali pergumulan yang sedang kalian alami sambil berbisik-bisik dengan Tuhan.


        Selasa, 26 Juli 2011. 10:43

Advertisements

One thought on “Rasa Salah Diri …! Haruskah ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s