Depresi….STRESS!

Ujian semester sudah dekat. Tapi ada seorang teman kelasku, dia sudah sebulan tidak masuk kampus lagi. Setiap kali dosen mengambil absen kelas, namanya selalu tidak ada. Teman-teman sekelas pada menanyakannya. Jangan-jangan dia sudah mau berhenti kuliah. Akhirnya salah satu temanku mencoba untuk menghubunginya, dan menanyakan alasan kenapa dia sudah tidak mau masuk kampus lagi. Kata temanku dia ada “something/sesuatu” yang membuat dia tidak bisa pergi ke kampus.

Tetapi ketika disaat ujian semester akan dimulai, tiba-tiba temanku itu datang ke kampus. Aku pun heran, kenapa dia baru hadir sekarang disaat ujian semester akan dimulai. Setelah ditelusuri, ternyata dia mengalami stress akibat putus dengan pacarnya sebulan yang lalu. Yang membuatnya kehilangan semangat untuk belajar dan malas untuk pergi kuliah.

Dan ujian semseter pun berlalu, “apa yang terjadi ?” Temanku itu tidak lulus dari beberapa mata kuliah yang ada! Beberapa dosen tidak mengijinkannya ikut ujian dalam mata kuliah mereka, dengan alasan dia tidak pernah hadir dalam mata kuliah mereka. Dan akhirnya dia harus memulai kembali lagi dari awal mengambil mata kuliah tersebut di tahun yang berikut.

Secara sederhana stress adalah penumpukan suatu perasaan tertentu, misalnya marah, sakit hati, takut, gembira, rindu, iri, benci, dan sebagainya. Orang yang putus dengan pacarnya mengalami stress, orang yang mempunyai pacar juga stress. Orang yang tidak kuliah mengalami stress, orang yang lagi kuliah juga mengalami stress. Orang yang gagal ujian mengalami stress, orang yang berhasil ujian juga mengalami stress. Jadi, sebernanya stress adalah bagian yang wajar dalam hidup tiap orang. Yang tidak wajar adalah akibat yang timbul jika kita kurang mampu mengelola stress itu. Bentuknya beragam dan akibatnya bervariasi mulai dari yang ringan seperti gugup sampai yang berat seperti kecendrungan ingin bunuh diri.

Stress adalah penumpukan sebuah perasaan tertentu sehingga menggangu  tubuh dan pikiran kita. Perasaan yang sama sekali tidak bahagia, kesepian yang mendalam, perasaan yang tertolak, yang mengakibatkan kita malas untuk melakukan aktivitas. Stress adalah penumpukan sebuah perasaan tertentu sehingga mengganggu tubuh dan pikiran kita. Siapa yang menumpuknya ? Tentu saja kita sendiri. Stress merupakan perhatian yang berlebihan yang kita berikan pada perasaan tertentu. Cerita di atas hanyalah merupakan salah contoh akibat dari stress atau depresi.

Stress adalah ibarat menggali lubang untuk diri sendiri. Makin lama lubang itu makin gelap dan sesak. Akibatnya tidak ada lagi bagian-bagian yang baik yang akan tampak. Yang kita pandangi hanyalah kaki kita yang terpuruk. Cara untuk pulih dari stress adalah keluar dari lubang galian kita sendiri yang gelap dan sesek, lalu lihatlah ke langit yang luas dan menghirup udara yang segar, sambil meminta pertolongan pada Yang Maha Kuasa, dan evaluasi tujuan hidupmu, cita-cita, dan harapan yang ingin kamu capai.

Di dalam lubuk hati manusia ada kekosongan yang tak akan pernah dipuaskan dengan apapun juga kecuali oleh Penciptanya. Itulah sebabnya, Tuhan berkata, “ Marilah kepadaKu semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu.

Selasa, 08 Februari 2011

Advertisements

One thought on “Depresi….STRESS!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s