Hidup Adalah Sebuah Pilihan

Saya sering membuat pilihan yang salah dalam perjalanan hidup saya, tetapi tidak apa-apa, hidup adalah suatu pilihan bukan ? Saya akan belajar dari setiap kesalahan yang telah saya perbuat.

Terkadang saya berharap  waktu bisa diputar kembali, agar saya bisa kembali memperbaiki setiap kesalahan yang telah saya perbuat.

Terkadang saya berharap seandainya saya tidak membuat kesalahan waktu itu, pasti keadaannya tidak akan mengalami begitu banyak pergumulan.

Terkadang ketika saya tahu pilihan saya itu ternyata adalah salah, saya ingin kembali lagi untuk memilih yang tidak saya ambil.

Sering terlintas dikepala bayangan-banyangan pahit di masa lalu, yang bagaikan duri yang tertancap di jantung hati ini.

Pikiran menjadi kacau, tingkah laku berubah menjadi tidak terkendali.

Namun, namun saya sadar, sampai kapan saya akan menyakiti diriku sendiri.

Belajar untuk menerima dan memaafkan diri sendiri, itulah yang terlintas seketika di benak saya.

Berusaha untuk selalu berpikir positif, adalah salah satu cara untuk mengobati kekecewaan saya.

Seandainya saya tidak membuat kesalahan itu, pasti saya tidak akan tahu mana yang benar dan mana yang salah. Benar bukan ?

Hidup adalah sebuah pilihan, benar tidaknya keputusan yang kita ambil harus kita jalani baik pahit maupun manis rasanya.

Iya hidup adalah sebuah pilihan

Mungkin waktu itu saya menganggap pilihan saya adalah salah, karena ketika setelah menentukan pilihan tersebut hidup saya mengalami begitu banyak pergumulan. Saya selalu berpikir, mungkin Tuhan sedang memberikan saya suatu ujian yang agar lebih memahami apa artinya hidup ini, dan membuat saya agar lebih dewasa dan percaya diri.

Iya, hidup adalah sebuah pilihan.

Advertisements

Kau Adalah Kenangan Yang Terindah

Rasanya sangat sedih melihat kita berdua harus berpisah. Kerena begitu banyak kenangan manis yang telah kita perbuat.

Saya tau, akulah yang membuat keadaanya menjadi seperti ini, hingga membuat kecewa hati seseorang yang begitu menyayangi diriku .

Saya tidak mungkin mengembalikan waktu, tapi saya percaya waktu masih memberikan saya kesempatan untuk memperbaikinya kesalahan yang telah saya perbuat.

Dari hati yang paling dalam saya sangat mencintaimu.

Saya tau, saya telah membuat kesalahan yang mungkin tidak bisa dimaafkan lagi.

Beberapa hari terakhir ini saya terus berusaha untuk ingin memenangkan hatimu lagi.

Sejujurnya pertanyaan ini  selalu menghantui di dalam pikiran saya.

“Apakah saya akan membiarkan orang yang begitu menyayangi saya untuk pergi begitu saja?”

“Apakah tidak ada kesempatan lagi untuk saya untuk memperbaiki kesalahan yang telah saya perbuat?”

“Apakah pintu hatimu sudah tertutup untuk diriku?”

“ Apakah kenangan yang tercipta antara kita berdua sudah menghilang di dalam ingatanmu ?”

“Apakah begitu banyak kenangan indah yang telah kita buat bersama beberapa tahun ini, hilang karena satu kesalahan yang aku perbuat kemarin ?”

Namun jika jawabanmu adalah “IYA” dan tidak ada kesempatan lagi untuk saya untuk memperbaikinya lagi. Dan keadaan sekarang bisa membuat dirimu merasa bahagia, saya tidak bisa berbuat apa-apa lagi, Itu adalah pilihanmu, dan saya hanya bisa menerimanya dengan ikhlas dan lapang dada meskipun sejujurnya hati ini tidak rela melepaskanmu.  Jika kamu merasa bahagia, akupun ikut merasa bahagia.

Saya masih berharap engkau ada disaat hari kelulusanku, berjalan bersama di yang tempat indah, dan memenangkan perjuangan kita berdua selama ini di hari pernikahan kita berdua nanti.

Aku sangat ingin memelekmu kekasihku

Saya percaya dirimu masih mencintaiku merskipin hanya 0,1%, seandainya aku masih diberikan kesempatan lagi untuk dibukakan pintu hatimu, saya akan berusaha untuk memperbaikinya lagi dan tidak akan mengecewakan dirimu lagi, meskipun harus terbang kerumahmu sekalipun untuk bertemu denganmu.

Terimakasih kekasihku telah memberikan warna di dalam hidupku. Saya mohon maaf akhir-akhir ini telah menyibukanmu. Sebernanya saya ingin mengatakan ini lewat telepon tadi malam, namun sepertinya engkau sudah tidur.

Ini adalah pesan terakhir saya untuk dirimu, dan mungkin ini menjadi pesan terakhir yang aku kirim untuk dirimu. Sebernanya mata ini tidak berhenti meneteskan air mata untuk menulis pesan ini.

Mungkin kita berdua tidak akan bertemu lagi, tapi saya hanya ingi kamu mengetahui bahwa aku masih sangat menyayangimu.

~ Kau adalah kenangan yang terindah ~

20160504_153818j

Jadilah Seorang Pria Yang Tulus Mencintai Kekasihnya

Tentunya semua orang pernah membuat kesalahan, tapi mereka yang ingin berhasil pasti akan berusaha untuk memperbaikinya.

Waktu tidak akan pernah kembali, tetapi waktu memberikan kita kesempatan untuk memperbaiki apa telah kita perbuat dimasa lalu.

Jangan pernah untuk membuat seorang perempuan yang mencintaimu mengeluarkan setetes air mata oleh karena perbuatanmu.

Jangan menjadi seorang pria yang egois, jika kamu takut kehilangan dirinya.

Kamu merasa bahwa kamu akan mendapatkan yang lebih baik dari dia, namun suatu saat kamu akan menyadari betapa berharganya dirinya untukmu.

Ada banyak perempuan diluar sana yang mungkin jauh lebih cantik dari dia, namun perhatian, cinta, dan kasih sayang yang telah diberikannya kepadamu, belum tentu kamu akan menemukan yang sama seperti dia.

Jika kamu merindukannya, berusahalah untuk mengabari dirinya terlebih dahulu dan jangan pernah menunggu dia untuk mengabari dirimu terlebih dahulu.

Hilangkan semua ke-egoisan kamu terhadapnya, karena itu hanya akan menyakiti dirimu dan dirinya juga.

Dia juga membutuhkan perhatian dari dirimu, namum terkadang kamu tidak menyadari hal tersebut.

Dia begitu sabar dan setia untuk menunggumu, jangan pernah untuk membuat dia kecewa.

Jika kamu terlanjur membuat dia kecewa dan sakit hati, berusahalah untuk meminta maaf dan mengakui kesalahanmu.  Kita seorang pria bukan?

Jika suatu saat nanti hubungan kalian diambang kehancuran, berusahalah untuk memperjuangkan hubungan kalian agar bisa kembali seperti dulu.

Bukankah kalian memulai  cerita cinta kalian dari awal dengan perjuangan bersama ?

Apakah kisah cinta yang telah kau rajut bersama dia dengan penuh perjuangan, akan kau relakan begitu saja dengan sia-sia?

Ada begitu banyak kenangan yang tercipta, susah, pahit telah kalian jalani bersama, jangan akhir hubungan kalian hanya karena suatu permasalahan kecil yang kalian berdua ketahui bisa diselesaikan sercara bersama.

Jika kamu merasa dia sangat berarti dalam hidupmu, jangan biarkan dia pergi ataupun meninggalkannya, berusahalah untuk mengejarnya dan menjaganya.

Saya percaya, setiap hati seorang perempuan, semarah-marahnya dia kepadamu yang telah kau buat kecewa, jika dia masih mempunyai rasa cinta yang tulus terhadapmu pasti dia akan memaafkanmu dan memberikan dirimu kesempatan kedua untuk memperbaiki kesalahan yang telah kau perbuat.

Jika kamu diberikan kesempatan lagi untuk bersama dengannya, janganlah untuk mengulangi kesalahan yang sama, karena hanya pria bodoh yang akan jatuh pada lubang yang.

Namun jika keputusannya untuk meninggalkanmu adalah yang terbaik, dan kamu telah benar-benar berjuang untuk membuat dia kembali lagi, namun pada akhirnya perjuangan kamu gagal. Berusahalah untuk mengikhlaskannya dan terimalah dengan lapang dada, dan berdoa untuknya agar bisa mendapatkan yang lebih baik dari dirimu. Jadikanlah dia kenangan terindah di dalam hidupmu.

Jika kalian saling menyayangi, berusahalah untuk mempertahankannya. Hati yang menyayangi tak akan lelah untuk bertahan, tak akan menyerah untuk berjuang, karena ia yakin adanya kebahagiaan bersama orang yang ia sayangi. Kebahagiaan adalah milik mereka yang mempunyai impian, dan punya keberanian untuk berusaha mewujudkannya menjadi kenyataan. #anonim

Perjalanan Hidupku

Lama tidak menulis suatu catatan pribadi, setelah kurang lebih hampir 2 tahun berhenti.

Beberapa minggu terakhir ini begitu banyak pergumulan yang saya alami, jujur saja saya sempat mengalami depresi terhadap kondisi saat ini.

Bebannya terlalu berat, sangat berat, hingga saya merasa tidak sanggup lagi untuk memikulnya.

Terlintas dipikiran untuk melepaskan semua beban itu satu per satu, dengan berbagai pertimbangan dan segala resiko yang akan dijalani, akhirnya itu saya lakukan.

Berat dan sangat berat, kecewa, dan penyesalan.

Saya sadar bahwa saya terlalu banyak membuang waktu dan kesempatan yang ada.

Dimulai dari perkuliahan saya, ternyata untuk mendapat gelar magister tidak semudah yang dibayangkan. Tugas dan tanggung jawab menjadi seorang karyawan dalam suatu perusahaan multinasional menuntut profesionalitas yang tinggi. Namun, dilain sisi saya harus membagi waktu kerja saya untuk menyelesaikan studi magister saya. Ketika itu, saya berusaha untuk segera menyelesaikan ujian akhir saya untuk mendapatkan gelar magister. Hampir sebulan saya hanya tidur 3 jam semalam karena berusaha untuk menyelesaikan naskah tesis. Namun, disaat saya merasa gelar tersebut sudah di depan mata, berbagai masalah bermunculan, dari lamanya tesis saya di acc oleh pembimbing akademik saya sampai berlanjut dengan ber-urusan dengan bagian akedemik kampus. Saya sempat melakukan konsultasi dengan kaprodi saya, namun perkataannya sangat mengejutkan dan membuat saya kecewa, dia mengatakan bahwa setiap orang punya jalan hidupnya masih-masih, dan mengatakan kepada saya untuk menjalaninya saja. Waktu pendaftaraan wisudapun ditutup, akhir kata saya harus menunggu glombang wisuda berikutnya. Meskipun saya sangat berharap agar segera wisuda di gelombang pertama dan bertemu dengan orang-orang yang saya cintai. Saya hanya bisa merelakannya dan pasrah.

Dalam perusahaan tugas dan tanggung jawab saya makin banyak. Ketika itu berbagai masalah bermunculan, salah satunya anak bimbingan saya membuat suatu kesalahan yang berat dan saya sebagai pembimbingnya harus bertanggung jawab atas kesalahan yang dia buat. Sebetulnya rasanya sangat sakit hati jika mendapatkan teriakan dari atasan terhadap kesalahan yang bukan saya buat. Semenjak kejadian itu saya tidak lagi banyak bercerita dengan atasan saya, dan terlintas untuk segara menulis surat pengunduran diri, dan saya melakukan itu. Aku berpikir buat apa saya bertahan dalam posisi yang sudah tidak nyaman lagi. Sejujurnya juga saya merasa hubungan saya dengan karyawan lain sudah tidak begitu bagus lagi.

Ternyata beban yang saya alami baik di perkuliahan maupun di kampus, berdampak terhadap hubungan dengan kekasih saya. Disaat saya mengalami pergumulan, hampir kurang lebih 2 minggu saya tidak mendengar kabarnya lagi.Ternyata keduanya saling menanti siapa lebih dahulu memberikan kabar dengan menelepon duluan, dengan mempertahankan egonya masing-masing. Rasanya sangat kecewa jika orang yang kita saya sayangi perlahan-lahan berubah. Hampir 4 tahun menjalani hubungan ini, manis pahitnya telah dirasakan, namun tidak terbayangkan akhirnya harus berakhir seperti ini. Saya merasa, saya tidak bisa memasakan orang lain untuk mengikuti khendak saya. Tiap orang punya jalannya masing-masing. Banyak yang sudah berubah, dan saya tidak bisa mengubah dirinya seperti dulu lagi. Saya berpikir saya tidak layak untuknya, karena ucapan saya sering menyakitinya. Sekali lagi terlintas di pikiran untuk melepaskannya adalah jalan yang terbaik. Sangat berat untuk merelakan orang yang berjuang bersama-sama dari awal hingga berada di posisi saat ini. Saya tau pasti akan ada penyesalan, dan saya harus siap untuk menjalaninya. Mungkin saya tidak akan pernah dimaafkan, saya menerimanya. Aku berharap semoga dia mendapatkan seseorang yang lebih baik dari saya. Jiwanya akan selalu ada dihatiku. Kenangan terindah …

Sebuah awal yang baru, dan harapan yang baru.

Memulai lagi dari awal sebernanya sungguh sangat melelahkan, tapi saya punya impian yang harus diwujudkan. Sang mempunyai rencana yang indah, namun rencana Tuhan terhadap saya jauh lebih indah.

Makna Kehidupan

Apa yang telah terjadi di dalam hidup kita tidak akan terasa berarti, kalau kita tidak merenungkannya. Pesan yang terkandung dari setiap kejadian yang telah kita alami, dan apa tanggapan kita atau apa yang akan kita lakukan untuk kedepannya. Apakah kejadian-kejadian yang telah kita alami itu bisa membawa kita untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi atau tidak? Apa yang seharusnya kita lakukan untuk bisa mencapai tujuan hidup kita? Pertanyaan-pertanyaan yang muncul seketika didalam benak kita, bisa dijadikan bahan untuk menganalisa suatu kejadian yang terjadi di dalam kehidupan kita.

“Saya tidak pernah menulis semua kejadian yang telah saya alami, tapi hanya menyimpannya didalam hatiku sendiri.”

By Rysie Katrin Moniung.

Pesan Dari Sebuah Mimpi Buruk

Pada hari itu, cahaya begitu cerah dan indah. Seperti biasanya aku melakukan segala aktivitas perkuliahan. Tiba-tiba disaat jam belajar, nada handphone aku bergetar. Akupun menjawab panggilan telepon tersebut, tapi seketika detak jantungku berhenti! Pikiranku berubah menjadi tidak karuan, dan tubuhku terasa sangat sulit untuk digerakan. Ketika aku mendengar kalimat dari seseorang bahwa salah satu orang yang sangat aku sayangi baru saja meninggal dunia. Mendengar hal tersebut, aku pun langsung bergegas pulang.

Setiba dirumah suasana duka mulai terasa menyeliputi. Nyanyian-nyanyian kidung jemaat mulai mengiringi kepergian dari orang yang aku sayangi. Aku melihat ada orang-orang yang menangisi kepergiannya. Disaat aku mulai mendekati peti jenasah, rasanya jangtungku ingin berhenti berdetak. “Apa yang kalian rasakan ketika melihat orang yang kalian sangat sayangi dan cintai dan sudah berada dalam peti jenasah ?” Tentu saja kalian akan merasa sangat sedih, sakit hati, kecewa, stress, depresi dan sebagainya, yang seakan membuat hidup kalian terasa hampah. Seperti itulah yang aku rasakan.

Tiba-tiba cahaya putih menyelimuti pandangan mataku. Aku terbangun dari tidurku, teryata semua itu hanyalah mimpi, mimpi buruk! Akupun kembali merenungkan semua yang terjadi dalam mimpiku. Sambil berdoa, akupun mulai bertanya-tanya pada Tuhan. Seandainya itu bukan mimpi. Apakah orang yang kucintai itu akan akan segera meninggal dunia? Jika itu terjadi, apa yang akan terjadi dengan hidupku nanti ? Apa pertanda dari semua ini ?

Tetapi aku percaya Tuhan tidak akan pernah membuat hambanya dalam kesulitan, mungkin dengan lewat mimpi buruk sekalipun Tuhan punya maksud yang baik. Aku bersyukur lewat mimpi ini Tuhan membuat diriku untuk lebih dekat lagi dengan orang-orang yang aku cintai. Aku bersyukur Tuhan sudah memperlihatkan masa depan buatku walaupun hanya lewat sebuah mimpi. Ternyata kehilangan salah satu orang yang kita cintai begitu sangat menyakitkan, dan aku belum siap untuk mengalaminya. Aku punya impian, ingin membuat bangga orang-orang yang aku cintai dan membuat mereka bahagia.

Bagaimana rasanya ketika kita mengalami mimpi buruk ? Pasti kita akan terbangun dengan kagetnya, merasa takut, heran, dan memikirkan kembali mimpi tersebut. Semua orang pasti pernah mengalami yang namanya mimpi buruk (nightmare). Jika kalian pernah bermimpi buruk dengan kejadian serupa ataupun dengan berbagai jenis kejadian yang berbeda, cobalah kalian berpikir kembali dengan mimpi kalian tersebut. Mungkin saja Tuhan sedang memberikan petunjuk untuk masa depanmu.

“Tuhan terkadang meyampaikan pesan pada kita dengan cara yang tak terduga.”

A Letter of Friendship

A Letter of Friendship…

         Indahnya persahabatan bisa putus. Karena kadang-kadang kita sama-sama berpikir,”ah, mungkin dia lagi sibuk”. Akhirnya kita tidak jadi untuk mengabari sahabat kita mungkin lewat SMS atau telepon. Kadang-kadang kita berpikir, “takut ganggu dia”. Lama kelamaan jadi saling cuek, dan ahirnya muncul pemikiran “untuk apa menghubungi dia duluan? Dia saja belum tentu mau menghubungi kita”. Jika ceritanya sudah seperti ini, rasa cinta persahabatan jadi berkurang dan hasilnya lama kelamaan menjadi lupa akan persahabatan yang dulu pernah terjalin.

       Tegur aku, jika aku mulai sombong. Tegur aku,  jika aku mulai angkuh. Tegur aku, jika aku mulai salah. Karena aku ingin menjadi sahabatmu hari ini, esok dan selamanya. Jika saling berjauhan, bukanlah sebuah alasan untuk saling melupakan tapi melainkan untuk saling mendoakan.

          Terkadang persahabatan dapat diakhiri dengan cinta, tapi sangatlah jarang jika cinta dapat diakhiri dengan persahabatan. Waktu boleh berlalu dan zaman bisa berganti, tapi persahabatan kita tidak boleh pudar. Indah dunia hanya sementara, indah cinta hanya seketika, indah mimpi tak pernah pasti, tetapi indahnya persahabatan selalu abadi di dalam Tuhan. Hujan tidak pernah menyesal menyirami bumi, karang tidak pernah menyesal berada di lautan meskipun selalu diterjang ombak, seperti itulah aku agar kamu tidak akan pernah menyesal mengenalku.

           Hidupku seperti sebuah buku. Dihalaman pertama aku tulis nama Tuhanku dan nama orang tuaku, keluargaku, dan orang yang kucintai. Lalu aku membuka halaman bagian tengahnya, disitu aku menulis nama orang-orang yang pernah menyakiti aku, karena bagian tengah buku mudah disobek dan dibuang. Dihalaman yang terakhir aku menulis nama kamu, karena kamu akan menjadi seorang sahabat yang tidak akan pernah aku lupakan sampai akhir cerita buku kehidupanku.

       Aku mengenalmu tanpa disengaja, mencoba akrab denganmu, menjalani persahabatan yang indah. Saling melengkapi satu sama yang lain, bersatu dalam ikatan persaudaraan. Mungkin suatu saat kamu akan lupa tentang aku, namaku dan siapa aku. Tapi setidaknya kamu harus tahu bahwa aku adalah satu dari sekian banyak orang yang mengasihimu. Kelak suatu saat jika kita sudah mempunyai kehidupan masih-masing aku akan menceritakan pada dunia bahwa aku bahagia punya sahabat seperti dirimu.

“People do not probably get a better writing on his tombstone than what he wrote in the hearts of his friends.”

                                                                                                Friday, February 15, 2014